Bisik Tetangga
Untuk masuk ke forum, silahkan Login atau mendaftar (Share Your Knowledge)


Tempat Asyik Nongkrong Sekaligus Menambah Ilmu Pengetahuan
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranLogin
Kami mohon partisipasinya dalam pengembangan forum. Klik Disini


Pasang Iklanmu disini gratis (selama masa promosi)
ads ads ads ads

Share | 
 

 [SHARE] Dasar-Dasar Assembler (Buat Yang Mau Belajar Only)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
avatar
harry170891
Administrator

Jumlah posting : 212
Reputasi : 11
Join date : 04.12.10
Age : 26
Lokasi : Bandung, Indonesia

PostSubyek: [SHARE] Dasar-Dasar Assembler (Buat Yang Mau Belajar Only)   Tue Oct 04, 2011 11:13 pm

KALO MAU BELAJAR JANGAN MALAS MEMBACA


KALO BERMANFAAT, PLEASE


Dalam mempelajari berbagai teknik - teknik Kraking yang ada, seorang
Kraker - baik newbie maupun master - tak akan terlepas dari Assembly.
Bahasa permrograman ini merupakan dasar yang penting bagi seseorang
untuk dapat mengKrak suatu program. Walaupun begitu, tidak semua hal
yang ada di dalam bahasa Assembly ini yang harus diketahui, bagi seorang
newbie cukup dengan dapat mengerti dasar - dasar Assembly serta logika
yang baik sudah dapt mengKrak program - program dengan Sistem Proteksi
yang sederhana.

Di dalam tutorial ini, aku akan membahas beberapa perintah penting yang
merupakan dasar - dasar Assembly, perintah - perintah ini akan sering
ditemui ketika kamu mencoba mengKrak suatu program. Sebelum kita
melangkah lebih jauh ke bahasa Assembly, mungkin ada baiknya kalo aku
menjelaskan sedikit mengenai Register ( buat yang udah tau, bisa kamu
lewati ).

Apa itu Register ? Register adalah sebagian tempat di memory
mikroprosesor yang dapat diakses dengan cepat. Di dalam register ini
disimpan nilai - nilai yang bagi kita para Kraker sangat penting untuk
diperhatikan.

Bagaimana melihat isi Register ? Dengan memakai SoftICE, kamu dapat
melihat berbagai perubahan yang terjadi dengan isi Register. Untuk itu
kamu perlu meng-aktif-kan "Register Window" yang ada di SoftICE dengan
mengetikkan perintah WR di dalam lingkungan SoftICE. Di "Register
Window" akan terlihat berbagai register beserta isinya. Register yang
penting untuk diperhatikan dalam Kraking adalah Register EAX, EBX, ECX,
EDX, ESI, EDI, EBP, ESP dam EIP.

EAX, EBX, ECX dan EDX disebut "General Purpose Register". Register ini
merupakan Register 32-bit, jika kamu mengKrak program 16-bit maka
Register yang terlibat adalah AX, BX, CX dan DX. Register ini dapat
dipecah - pecah, seperti gambaran di bawah ini :

misalnya isi EAX adalah 00001234, maka

*

EAX = 00 00 12 34 ==> 32 bit

*

AX = 12 34 ==> 16 bit

*

AH = 12 ==> 8 bit

*

AL = 34 ==> 8 bit

Terlihat bahwa AX terdiri dari AH dan AL, H menunjukkan High ( di bagian Kiri ) dan L berarti Low ( di bagian Kanan ).

ESI dan EDI adalah "Index Register". Register ini digunakan sebagai
penunjuk terhadap suatu lokasi di memory dan biasanya digunakan untuk
operasi - operasi String.

EBP dan ESP adalah "Pointer Register". Kedua Register ini berpasangan
dengan Register SS. Apabila ESP ( Stack Pointer ) berpasangan dengan
Register SS ( ESP : SS ) maka digunakan untuk menunjuk alamat pada Stack
sementara EBP ( Base Pointer ) akan berpasangan dengan Register SS (
EBP : SS ) untuk menunjuk pada alamat memory tempat data.

EIP adalah "Index Pointer Register" yang berpasangan dengan CS ( CS :
EIP ) untuk menunjuk pada alamat memory tempat perintah selanjutnya yang
akan di eksekusi.

Oke setelah penjelasan singkat mengenai Register di atas, kita lanjutkan
dengan penjelasan mengenai perintah - perintah dasar Assembly. Perintah
- perintah di bawah ini, disusun secara Alphabetical Order......

1. ADD ( ADD Binary Number )
Format ADD Operand1, Operand2
Fungsi Menambahkan Operand1 dengan Operand2, hasilnya akan disimpan di dalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 + Operand2
Contoh MOV EAX, 00000001h ; Lihat perintah MOV

ADD EAX, 00000002h ; EAX = 00000001h + 00000002h = 00000003h

2. AND ( Logical AND )
Format AND Operand1, Operand2
Fungsi Melakukan Operasi Logika AND pada Operand1 dan Operand2, hasilnya akan disimpan di Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 AND Operand2
Contoh MOV EAX, 00001111b ; Lihat perintah MOV

AND EAX, 11110000b ; EAX = 00001111b AND 11110000b = 00000000b

3. CALL ( CALL A Procedure )
Format CALL LokasiProcedure
Fungsi Memanggil sebuah Procedure.
Kalimat Matematika -
Contoh CALL 12345678 ; Memanggil Procedure yang berada pada Offset 12345678

4. CDQ ( Convert Doubleword To Quadword )
Format CDQ
Fungsi Merubah nilai 32-bit dalam EAX menjadi 64-bit dalam EDX : EAX dengan cara mengosongkan isi EDX
Kalimat Matematika -
Contoh MOV EAX, 12345678h ; EAX = 12345678h

CDQ ; EDX : EAX = 00000000 : 12345678h

5. CMP ( Compare )
Format CMP Operand1, Operand2
Fungsi Membandingkan Operand1 dengan Operand2, setelah perintah ini,
biasanya akan diikuti dengan sebuah Condtional Jump yang akan menentukan
jalur program berikutnya.
Kalimat Matematika -
Contoh MOV ECX, 0Ah ; EAX = 0Ah

MOV EAX, 0Bh ; EBX = 0Bh

CMP EAX, ECX ; Pembandingan EAX dengan ECX.

JE 12345678 ; Jika sama, lompat ke Offset
12345678. Jika tidak, lanjutkan
ke bawah

6. DEC ( Decrement )
Format DEC Operand
Fungsi Mengurangi nilai Operand dengan 1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 - 1
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah

DEC EAX ; EAX = 0000000Ah - 00000001h = 00000009h

7. DIV ( Unsigned Division )
Format DIV Operand
Fungsi Membagi nilai yang ada di Register EAX dengan Operand2
Kalimat Matematika EAX = EAX DIV Operand
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah

MOV EBX, 05h ; EBX = 00000005h

DIV EBX ; EAX = 0000000Ah DIV 00000005h = 00000002h

8. IDIV ( Signed - Integer - Division )
Format IDIV Operand
Fungsi Membagi nilai yang ada di Register EDX : EAX dengan Operand2,
hasilnya akan disimpan di EAX sedang sisanya disimpan di EDX
Kalimat Matematika EDX : EAX = EDX : EAX IDIV Operand
Contoh MOV EDX, 00h ; EDX = 00000000h

MOV EAX, 0Fh ; EAX = 0000000Fh

MOV EBX, 05h ; EBX = 00000005h

IDIV EBX ; EDX : EAX = 00000000 : 0000000Fh IDIV 00000005h

; EAX = 00000003h ( hasil ) EDX = 00000000h ( sisa )

9. IMUL ( Signed - Integer - Multiplication )
Format IMUL Operand
Fungsi Pada program 32 bit, IMUL ini digunakan untuk mengalikan antara
nilai yang tersimpan di dalam Register EDX : EAX dengan Operand.
Hasilnya akan disimpan di dalam EAX
Kalimat Matematika EAX = EDX : EAX IMUL Operand
Contoh MOV EDX, 00h ; EDX = 00000000h

MOV EAX, 05h ; EAX = 00000005h

MOV EBX, 0Ah ; EBX = 0000000Ah

IMUL EBX ; EAX = 00000000 : 00000005 IMUL 0000000A = 00000032h

10. Conditional Jump

Conditional Jump adalah perintah dalam Assembler yang digunakan untuk
menentukan alur program berikutnya. Conditional Jump ini sebelumnya
didahului oleh perintah CMP ( perhatikan contoh di penjelasan no. 5).

Ada berbagai macam Conditional Jump, di sini aku hanya membahas beberapa
Conditional Jump yang sering aku temui ketika mengKrak, untuk perintah -
perintah Conditional Jump lainnya, bisa kamu perdalam lagi di buku -
buku yang membahas Assembly. Untuk semua penjelasan Conditional Jump di
bawah ini, aku akan pake beberapa perintah yang ada sebelum perintah
Conditional Jump tersebut dieksekusi.

MOV EAX, 01h ; EAX = 00000001h

MOV EBX, 02h ; EBX = 00000002h

CMP EAX, EBX ; Membandingkan antara EAX dengan EBX

Format Conditional Jump


Fungsi
JA LokasiTujuan ( Jump If Above ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar dari EBX
JAE LokasiTujuan ( Jump If Above or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar atau sama dengan EBX
JNA LokasiTujuan ( Jump If Not Above ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar dari EBX
JNAE LokasiTujuan ( Jump If Not Above or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar atau sama dengan EBX
JB LokasiTujuan ( Jump If Below ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih kecil dari EBX
JBE LokasiTujuan ( Jump If Below or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JNA
JNB LokasiTujuan ( Jump If Not Below ) Fungsinya sama dengan perintah JAE
JNBE LokasiTujuan ( Jump If Not Below or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JA
JE LokasiTujuan ( Jump If Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX sama dengan EBX
JNE LokasiTujuan ( Jump If Not Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak sama dengan EBX
JG LokasiTujuan ( Jump If Greater ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar dari EBX
JGE LokasiTujuan ( Jump If Greater or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX lebih besar atau sama dengan EBX
JNG LokasiTujuan ( Jump If Not Greater ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar dari EBX
JNGE LokasiTujuan ( Jump If Not Greater or Equal ) Lompat ke LokasiTujuan jika EAX tidak lebih besar atau sama dengan EBX
JL LokasiTujuan ( Jump If Less Than ) Fungsinya sama dengan perintah JNGE
JLE LokasiTujuan ( Jump If Less or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JNG
JNL LokasiTujuan ( Jump If Not Less Than ) Fungsinya sama dengan perintah JGE
JNLE LokasiTujuan ( Jump If Not Less or Equal ) Fungsinya sama dengan perintah JG
JZ LokasiTujuan ( Jump If Zero ) Fungsinya sama dengan JE
JNZ LokasiTujuan ( Jump If Not Zero ) Fungsinya sama dengan JNE

11. JMP LokasiTujuan ( Unconditional Jump )
Format JMP LokasiTujuan
Fungsi Perintah JMP ini berbeda dengan perintah - perintah Conditional
Jump karena ia tidak memerlukan hasil perbandingan sebelum perintah ini
dieksekusi.
Kalimat Matematika -
Contoh JMP 12345678 ; Lompat ke Offset 12345678

12. LEA ( Load Effective Address )
Format LEA Operand1, LokasiMemory
Fungsi Untuk mengambil Offset dari LokasiMemory dan menyimpannya di dalam Operand1
Kalimat Matematika -
Contoh LEA EAX,

13. MOV ( Move Data )
Format MOV Operand1, Operand2
Fungsi Menyalin isi dari Operand2 kedalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand2
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah

14. MUL ( Multiplication )
Format MUL Operand
Fungsi Mengalikan isi EAX dengan Operand, hasilnya akan disimapn di dalam EDX : EAX
Kalimat Matematika EDX : EAX = EAX * Operand
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah

MUL EAX, 05h ; EDX : EAX = 0000000Ah * 00000005h = 00000000 : 00000032h

15. NOP ( No Operation )
Format NOP
Fungsi Seperti namanya, NOP tidak melakukan Operasi apa - apa, walaupun
begitu perintah ini memiliki peran yang cukup penting dalam Kraking.
Seperti yang diketahui, salah satu teknik mengKrak sebuah Sistem
Proteksi adalah Patching, dalam Patching ini, Kraker harus merubah
perintah yang ada di dalam Sistem Proteksi tersebut agar dapat
mengKraknya.

Contoh sederhananya yaitu ketika ada sebuah Conditional Jump yang akan
menentukan apakah S/N yang kita masukan valid atau tidak, salah satu
cara yang mungkin untuk mengKraknya adalah dengan me-NOP-kan perintah
Conditional Jump tersebut. Untuk lebih jealasnya, liat contoh di bawah.
Kalimat Matematika -
Contoh MOV EAX, 12345678 ; Offset 12345678 berisi S/N palsu

MOV EBX, 87654321 ; Offset 87654321 berisi S/N yang asli.

CMP EAX, EBX ; Bandingkan EAX dengan EBX

JNE 12344321 ; Jika tidak sama, lompat ke Offset 12344321

Offset berikutnya menyatakan bahwa S/N yang dimasukan adalah S/N yang valid.

Offset 12344321 menyatakan bahwa S/N yang kita masukan adalah S/N yang salah..

Listing di atas menunjukkan dengan jelas bagaimana S/N kita
dibandingkan, jika kau ingin dengan sembarang S/N dapat dianggap sukses
maka kita bisa me-NOP-kan Conditional Jump di atas sehingga listing
perintah di atas menjadi :

MOV EAX, 12345678 ; Offset 12345678 berisi S/N palsu

MOV EBX, 87654321 ; Offset 87654321 berisi S/N yang asli.

CMP EAX, EBX ; Bandingkan EAX dengan EBX

NOP ; Tidak melakukan pencabangan
sehingga S/N apa saja yang
dimasukan akan dianggap valid.

16. OR ( Logical OR )
Format OR Operand1, Operand2
Fungsi Melakukan Operasi Logika OR terhadap Operand1 dan Operand2, hasilanya akan disimpan di dalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 OR Operand2
Contoh OR EAX, EBX

17. POP ( POP from Stack )
Format POP Operand
Fungsi Mengambil isi dari Stack dan menyimpannya di dalam Operand
Kalimat Matematika -
Contoh POP EAX

18. PUSH ( PUSH onto Stack )
Format PUSH Operand
Fungsi Memasukan nilai dari Operand ke dalam Stack
Kalimat Matematika -
Contoh PUSH EAX

19. RET ( Return from Procedure )
Format RET
Fungsi Kembali ke Rutin pemanggil Procedure yang sedang berlangsung.
Kalimat Matematika -
Contoh 1234 : 00000001 CALL 00001000 ;Memanggil Procedure yang ada di Offset 00001000

1234 : 00000002 ;Perintah Selanjutnya

1234 : 00001000 RET ;Alur program akan kembali ke Offset 00000002

20. SUB ( Subtract Binary Values )
Format SUB Operand1, Operand2
Fungsi Mengurangkan nilai dari Operand1 dengan Operand2. Hasilnya kemudian disimpan di dalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand1 - Operand2
Contoh MOV EAX, 0Ah ;EAX = 0Ah ( = 10 decimal )

MOV EBX, 01h ;EBX = 01h ( = 01 decimal )

SUB EAX, EBX ;EAX = EAX - EBX = 0Ah - 01h = 09h

21. TEST ( Test Bits )
Format TEST Operand1, Operand2
Fungsi Memeriksa apakah Operand1 sama dengan Operand2 ???
Kalimat Matematika -
Contoh MOV EAX, 0Ah ;EAX = 0Ah ( = 10 decimal )

MOV EBX, 01h ;EBX = 01h ( = 01 decimal )

TEST EAX, EBX ;Apakah EAX = EBX ???

JE 12344321 ;Jika sama, lompat.

22. XOR ( Exclusive OR )
Format XOR Operand1, Operand2
Fungsi Melakukan operasi logika Exlusive OR antara Operand1 dengan
Operand2. Perintah XOR ini juga sering dipakai untuk me-nol-kan suatu
register dengan cara XOR Operand1, Operand1
Kalimat Matematika -
Contoh XOR EAX, EAX ;Berfungsi untuk me-nol-kan nilai EAX ( EAX = 0 )

_________________
[You must be registered and logged in to see this image.]

mau tanda pengenal postinganmu seperti ini? [You must be registered and logged in to see this link.]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.bisiktetangga.co.cc/
 

[SHARE] Dasar-Dasar Assembler (Buat Yang Mau Belajar Only)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Bisik Tetangga :: Komputer :: Software Developer-